STILL
Karya : Esti Kinarsih
Sabtu, 06 April 2013
Prolog #1
Rei,Bima dan Rangga ....
Tiga orang orang cowok bersahabat karib yang sangat mencitai gunung. Saking cintanya,mereka selalu menghabiskan setiap hari libur dan setiap waktu luang dengan melakukan pendakian atau kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan tempat-tempat tinggi itu .
Sayangnya, Ketiganya juga berpendapat bahwa gunung adalah dunia yang mutlak milik cowok. Sama sekali terlarang cewek. Karenanya ketiga cowok itu tidak pernah bersedia melibatkan cewek-cewek mereka dalam kegiatan-kegiatan itu. Satu kali pun !
Langen, pacar Rei, sudah lama melancarkan protes keras atas sikap itu. Bukan saja karena mereka jadi jarang bersama, tapi juga karena kenyataan ada satu sisi dari Rei yang tidak dipahaminya. Satu sisi yang justru paling dominan. Namun protesnya tidak pernah mendapatkan tanggapan. Rei tidak bersedia melibatkannya.
Langen yang pada dasarnya berjiwa pemberontak dan nekat, akhirnya memutuskan untuk menerobos masuk dunia Rei itu. Dengan paksa !
Orang pertama yang di ajaknya membicarakan rencana ini sudah jelas Fani, sahabatnya sejak awal masuk SMA. Seperti biasa, Fani selalu mendukung segala sepak terjang Langen,meskipun kali ini rencana Langen itu membahayakankan dirinya.
Fani adalah pacar Bima. Mereka jadian karena terpaksa. Karena selalu bersama sejak hari pertama masuk SMA, Langen tidak bisa membiarkan Fani sendirian. Karena itu ia selalu melibatkan Fani tiap kali dia berkumpul dengan Rei cs. Akibatnya, sahabatnya itu kemudian jadi target Bima.
Dengan cara licik, sahabat Rei yang punya sederet mantan itu berhasil memaksa Fani untuk menjadi ceweknya yang teranyar. Langen sendiri tidak bisa menolong banyak, karena Bima terkenal nekat. Kenyataan bahwa Fani sejak awal sudah menjaga jarak sejauh-jauhnya karena reputasi Bima yang terkenal buruk, justru membuat cowok itu semakin bernafsu menjadikan cewek itu pacar terbarunya.
Fakta bahwa statusnya bukan jomblo, alias punya cewek, sama sekali bukan masalah. Bima langsung mendepak ceweknya yang bernama Tania, begitu di depannya ada target baru yang jauh lebih menarik dan menantang.
Bagi Fani, mendukung rencana Langen berarti menghadapi Bima. Dan itu benar-benar akan jadi urusan gawat.
Hal pertama yang harus dilakukan Langen dan Fani sehubungan dengan rencana untuk menerobos paksa dunia Rei cs tersebut adalah menghasut Febi agar satu paham.
Febi, yang bernama lengkap Raden Ajeng Febriani Kesumoningrat, adalah ceweknya Rangga. Cewek ini berdarah biru karena lahir dalam keluarga aristorat Jawa yang tulen dan ortodoks, yang masih menganut pola pikir sisa-sisa zaman feodal. Menurut Febi, cowok adalah cowok, dan cewek adalah cewek, dengan batas-batasan yang sangat jelas. Selama ini Febi sangat mendukung sikap Rei cs, bahwa gunung memang dunia milik kaum Adam. Sikap Febi ini turut memengaruhi terhambatnya protes yang di lancarkan Langen.
Usaha Langen dan Fani gagal. Febi tetap keukeuh.Febi justru berpendapat bahwa Langen dan Fani sudah melewati batas. Kedua cewek itu dikhotbahinya panjang-panjang, dengan cara yang jelas-jelas menyalahkan. Soal batasan anatara laki-laki dan perempuan. Kodrat alami masing-masing gender. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Jelas saja itu membuat Langen bertambah jengkel.
Langen dan Fani langsung menemui Salsha, teman sekelas saat kelas satu SMA dulu. Salsha terkenal jail, suka membuat onar, dan punya banyak akal. Salsha langsung setuju untuk membantu. Tidak diduga, cewek itu berhasil menemukan satu rahasia yang selama ini disembunyikan Rangga rapat-rapat, bahkan dari Rei dan Bima. Berbulan-bulan Rangga ternyata punya cewek lain selain Febi.
Tidak tanggung-tanggung, Salsha langsung mendatangi kampus Langen dan Fani, tentu saja dengan berpura-pura tidak mengenal keduanya, dan membongkar fakta itu di depan hidung Rangga. Semuanya terkejut, terlebih lagi Febi. Cewek ningrat itu sakit hati dan seketika berpihak kepada Langen dan Fani untuk melawan Rei cs. Bertiga mereka ingin membuktikan bahwa cewek juga sanggup menaklukkan gunung. Bahkan tanpa bantuan cowok.
Langen segera menemui Iwan, yang juga bersama Salsha pernah sekelas dengannya di bangku kelas satu SMA. Langen meminta bantuan karena Iwan juga hobi naik gunung dan keluar masuk hutan. Iwan dan timnya berjumlah lima orang bersedia membantu. Langen cs benar-benar buta soal gunung, karena itu Iwan lah yang menyusun strategi bagaimana cara menantang Rei cs untuk kemudian mengalahkan mereka.
Atas perintah Iwan, di satu hari Sabtu Langen cs menyusul Rei cs yang berada di satu lokasi base camp pendakian, untuk melontarkan tantangan kebut gunung.
Tantangan tersebut jelas mengejutkan ketiga cowok itu. Terlebih saat ternyata Langen cs, lewat jalur yang berbeda, berhasil mengalahkan mereka dengan tiba di puncak lebih dulu.
Rei cs curiga ada pihak lain yang telah membantu Langen cs. Soalnya, sangat tidak mungkin tiga orang cewek yang amat awam gunung, yang baru pertama kali melakukan pendakian, berhasil mengalahkan mereka yang telah mempunyai jam terbang tinggi.
Ketiga cowok itu kemudian berusaha mencari tahu siapa yang telah mem-backup Langen cs dalam kebut gunung itu. Ketiganya amat sangat yakin, ada dalang yang telah mengatur sekaligus menggerakkan dari balik layar.
Cara ketiga cowok itu mencari tahu membuat suasana jadi memanas. Rei sangat terkejut mendapati kenyataan bahwa ternyata Langen bisa berubah menjadi lawan yang tangguh, Pertengkaran tak terlekkan. Setelah melewati pertengkaran sengit yang di warnai adu minum bir, Rei-Langen akhirnya bubar!
Febi berubah menjadi gadis pemberontak. Keluarganya gusar dan mereka menyalahkan Rangga atas perubahan sikap dan perilaku Febi yang drastis itu, yang telah melanggar tata karma dan nilai-nilai moral adat. Rangga tidak bisa berbuat banyak karena Febi kini menjauh darinya dan berdiri di sebelah Langen dan Fani.
Dibanding kedua sahabatnya yang berada dalam situasi kacau,marah,bingung, juga kaget,Bima paling tenang dan justru menganggap saat itulah momen-momen yang sangat menyenangkan. Ini pertama kalinya dia cewek yang menunjukkan rasa tidak suka terhadap dirinya dengan begitu terang-terangan, juga berani melawan.Keinginan Bima untuk menundukkan Fani lebih karena dia merasa tertantang untuk menjadikan cewek itu benar-benar miliknya, bukan lagi karena kekalahan dalam kebut gunung.
Situasi yang di hadapi Fani benar-benar runyam, karena Bima memang bukan tandingannya. Seperti yang telah diperkirakan, akhirnya Bima berhasil menundukkan Fani dengan cara yang tidak akan pernah bisa dilupakan cewek itu seumur hidupnya.
Langen tidak sampai hati melihat kondisi Fani yang jadi begitu tertekan. Setelah berunding dengan Iwan cs, Langen akhirnya mengajukan tantangan perang terbuka sebagai solusi untuk mengakhiri pertikaian itu. Tantangan itu segera dijawab oleh Rei cs.
Kembali Iwan cs yang jadi kelimpungan, karena perang terbuka yang diajukan Rei cs, adalah pendakian bersama !
Namun mereka tidak bisa mundur. Terpaksa Iwan menggembleng Langen dan Fani dengan olah fisik gila-gilaan. Selain itu, Iwan dan keempat temannya juga menyusun strategi untuk dapat meloloskan kedua cewek itu, tidak perlu menang, tapi paling tidak mampu bertahan sampai perang terbuka itu dia hentikan. Kali ini Febi tidak disertakan karena fisinya tidak memungkinkan.
Iwan cs merencanakan perang terbuka itu hanya akan berlangsung selama dua jam, karena hanya sampai di situ batas stamina Langen dan Fani. Perang itu akan dihentikan dengan cara melukai salah satu dari Rei cs, dengan luka yang kira-kira akan sanggup membuat perang itu terhenti.
Di luar dugaan, Iwan cs ternyata gagal menghentikan perang terbuka itu. Walaupun Theo berhasil membuat Bima terluka, luka itu tidak cukup parah hingga perang tetap berlanjut. Langen yang tidak sanggup lagi meneruskan, tanpa mengetahui bahwa Iwan cs telah gagal, akhirnya terpaksa menggunakan rencana cadangan yang disusunnya berdua dengan Fani tanpa memberitahu Iwan cs.
Di satu lokasi tempat terdapat sebuah batu oval besar, Langen minta waktu sebentar. Dengan alasan memenuhi panggilan alam, diajaknya Fani ke balik batu besar itu. Keduanya segera berganti dengan pakaian yang telah disiapkan, kemudian melompat ke atas batu besar. Rei cs seketika terpengarah melihat penampilan terbaru kedua lawan mereka.
Celana lapangan kedua cewek itu yang gedombrangan telah berganti dengan jins biru ketat sebatas pinggul. Dan kaus yang dipakai keduanya benar-benar membuat mata Rei cs melotot maksimal.
Kaus yang dipakai Langen dan Fani berbentuk seperti jala nelayan, berlubang-lubang, dengan diameter yang bisa dipastikan hanya hiu dan paus yang tidak bisa lolos. Kaus jala itu nyaris tidak menyembunyikan apa pun di baliknya. Semuanya terlihat amat jelas dan kontras karena warna kaus yang sehitam jelaga. Perut-perut putih dan kuning langsat, yang rata dan dengan pusar bertindik, serta bra hitam !
Bra hitam berpotongan sangat rendah yang membuat mulut-mulut Rei cs ternganga dan tidak lagi sanggup bicara, menatap apa yang tidak tertampung oleh cup-nya yang minimalis!
Rei dan Bima langsung blingsatan dan kalang kabut. Dengan marah keduanya meminta agar cewek-cewek mereka mengenakan jaket. Namun kedua cewek itu tegas menolak. Mereka baru bersedia kembali menutup tubuh hanya apabila Rei cs bersedia mengaku kalah.
Rei dan Bima sama sekali tidak bersedia mengaku kalah, meskipun empat orang pendaki tak diduga melintas di lokasi dan turut menikmati keindahan tubuh Langen dan Fani. Akibatnya, Rei dan Bima berkelahi dengan empat pendaki yang beruntung itu. Sementara Rangga, karena Febi tidak ada, memilih abstain dan menikmati tubuh-tubuh indah yang tegak di atas batu besar itu.
Ketika Rei dan Bima tidak juga bersedia mengaku sebagai pihak yang kalah, Langen mengancam akan menjerit sekeras-kerasnya untuk memancing sekelompok pendaki yang sedang berkemah tidak jauh agar datang. Kemudian cewek itu benar-benar membuktikan ancamannya. Dia menjerit sekeras-kerasnya,
Seketika Rei dan Bima menyerah, ketika kemudian dari kejauhan terdengar suara orang-orang berlarian turun. Dengan menahan marah, keduanya menuruti apa yang diperintahkan Langen.
Keduanya menandatangani “Surat Pernyataan Pengakuan Kekalahan” yang berisi keterangan bahwa telah terjadi pendakian bersama antara Tim Cowok (nama lengkap Rei cs tertera) dan Tim Cewek (nama lengkap Langen cs juga tertera) , dan pendakian itu berakhir dengan kekalahan Tim Cowok.
Langen juga mengancam, apabila Rei cs melakukan tindakan yang membuat dirinya atau salah satu dari kedua temannya tidak senang maka fotokopi surat pernyataan itu akan langsung disebarkan di kampus.
Setelah itu, dengan senyum puas dan ekspresi penuh kemenangan, Langen dan Fani mengenakan jaket masing-masing. Keduanya tetap bertahan di atas batu besar dan baru berani melompat turun setelah sekelompok pendaki yang berlarian turun itu sampai di depan mereka.
Dengan licik, Langen membuat Rei cs tidak berkutik dan akhirnya terpaksa turun bersama kelompok pendaki itu. Agar dirinya dan Fani selamat sampai di base camp, Langen sengaja menjaga jarak dengan Rei cs. Tidak mau dekat-dekat.
Langganan:
Postingan (Atom)